Bahasa Ibrani māšîaḥ (מָשִׁיחַ) dan Yunani Christos (Χριστός) berasal dari arti diurapi — dalam Perjanjian Lama terkait dengan kekuasaan raja, jabatan imam, dan nabi. Ketika Perjanjian Baru menyebut Yesus sebagai Christos, pembaca Yahudi segera mendengar kemungkinan Orang yang Dipilih oleh Tuhan.
Mengapa “Yesus Kristus” adalah nama lengkap iman?
Kristus bukanlah nama kedua dalam arti modern tetapi gelar: Dia adalah Yang Diurapi. Gereja Katolik memahami seluruh Alkitab melalui cahaya Kristus — nubuat dan kisah dalam Perjanjian Lama dipandang oleh Gereja sebagai persiapan bagi-Nya (menurut tradisi dan CCC).
Kepekaan antaragama
Ketika berbicara dengan teman Yahudi atau dalam konteks akademis antaragama, hendaknya menghormati pemahaman yang berbeda tentang peran Sang Mesias — hindari perdebatan yang menyerang; ungkapkan iman Katolik dengan jelas dan lembut.
Christos dalam Liturgi dan Pengakuan Iman
Setiap hari Minggu, komunitas mengaku percaya kepada Yesus Kristus — “Kristus” bukanlah nama pribadi kedua dalam arti nama tengah modern tetapi gelar iman. Hal ini membantu memahami mengapa bacaan Perjanjian Lama dalam perayaan Minggu sering dipilih untuk menerangi misteri Kristus: tidak memaksakan teks Ibrani menjadi “bukti mekanis” tetapi mengenali Tuhan yang satu telah mempersiapkan umat-Nya menunggu Sang Mesias.
Paralel: nubuat dan Injil
Untuk memperkuat konsep Mesias tanpa mengulang konten tema lain di situs, pembaca dapat memilih satu minggu untuk menyelingi bacaan dari Yesaya (contoh tentang raja yang adil) dengan narasi masuknya Yesus ke Yerusalem dalam Injil — mencatat kata kunci yang berulang (raja, orang miskin, perdamaian) alih-alih menyalin panjang terjemahan.
“Sang Mesias” dan tiga jabatan: raja, imam, nabi
Tradisi Katolik merangkum Yesus Kristus sebagai Yang Diurapi dalam arti penuh dari Perjanjian Lama: Dia memerintah dengan keadilan dan kelemahlembutan, mempersembahkan korban kasih, dan memberitakan Firman Bapa sampai akhir. Ketika mendengar bacaan tentang “minyak urapan” dalam Liturgi, itu adalah kesempatan untuk mengingat tiga dimensi ini bersatu dalam satu misteri pribadi — bukan hanya konsep pelajaran yang diajarkan sekali.


