Bahasa Vietnam sering menerjemahkan ekklesia (ἐκκλησία) sebagai Gereja. Kata ini berasal dari pertemuan yang dipanggil — dalam dunia Yunani bisa berarti pertemuan rakyat atau dewan warga. Ketika para penulis Perjanjian Baru meminjam kata ini, mereka menggambarkan orang-orang yang dipanggil oleh Tuhan melalui Injil, bukan hanya sekelompok orang yang memilih sendiri. Itulah sebabnya “pergi beribadah” dan “menjadi Gereja” tidak terpisahkan: ekklesia adalah kehadiran hidup dari umat Tuhan.
Ekklesia dan Kristus
Istilah P Paulus menyebut Gereja sebagai tubuh Kristus (lihat 1 Kor 12). Setiap anggota adalah bagian dari tubuh; keseluruhan bersatu di kepala yaitu Tuhan. Istilah ekklesia menekankan panggilan keluar (ek = keluar, kaleo = memanggil): kita tidak mendirikan Gereja sendiri tetapi menanggapi panggilan Tuhan dalam baptisan dan persekutuan. Oleh karena itu, memahami kata Yunani ini membantu menghindari gambaran “klub sukarela” sebagai pengganti persekutuan kudus.
Setempat dan global
Perjanjian Baru berbicara tentang ekklesia di suatu kota (Roma, Korintus…) dan tentang satu Gereja yang tunggal. Dua tingkat ini tidak bertentangan: setiap komunitas adalah perwujudan setempat dari satu tubuh. Saat ini, keterikatan paroki, uskup diosesan, dan persekutuan dengan Paus mencerminkan makna ekklesia lebih tepat daripada hanya “mencari kelompok yang sesuai” di internet.
Menghindari kesalahpahaman umum
Ada pandangan yang menyederhanakan ekklesia menjadi “hanya pertemuan yang tidak terlihat” atau “hanya bangunan gereja”. Keduanya keliru: Gereja adalah misteri — ada dalam Sakramen, Ajaran, dan komunitas yang terstruktur. Asal kata ini tidak menggantikan Katekismus tentang satu, kudus, katolik, apostolik — tetapi memperkuat cara membaca Alkitab yang bertanggung jawab.
Penerapan untuk kehidupan
Ketika membaca “Gereja” dalam Injil, kita bisa bertanya: bagaimana ayat ini mengundang kita bersekutu dengan saudara-saudari, dengan pelayan, dengan orang miskin? Ekklesia tidak tertutup pada “makna pribadi” tetapi membuka tanggung jawab kasih dan pelayanan. Itulah benih kehidupan paroki yang sehat.
“Tubuh itu bukanlah satu bagian, melainkan banyak bagian.”
— 1 Kor 12:14 (menyambungkan ekklesia dengan tubuh)

