Dalam Perjanjian Baru, Kyrios (Κύριος) sering diterjemahkan sebagai Tuhan. Kata ini berasal dari arti “pemilik, orang yang berkuasa”, tetapi dalam budaya Alkitab, ia memiliki bobot teologis: ketika membaca Injil, kita menemukan Yesus dimuliakan dengan gelar yang sama yang digunakan oleh orang-orang Yahudi ketika menyebut nama kudus YHWH dalam Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani (versi Septuaginta menggunakan Kyrios sebagai pengganti tetragrammaton di banyak tempat). Ini tidak berarti kita dapat menyimpulkan “rumus” sederhana di luar Gereja, tetapi membantu kita melihat kontinuitas antara janji Perjanjian Lama dan wahyu dalam Kristus.
Kyrios dengan Tuhan Israel
Dalam Mazmur dan nubuat, “Tuhan” adalah Pribadi perjanjian, penyelamat, dan hakim yang adil. Ketika para rasul mengaku “Yesus adalah Tuhan” (lihat Rm 10:9; 1 Kor 12:3), mereka menempatkan iman mereka pada seorang yang benar-benar ada dalam sejarah — sekaligus menegaskan bahwa Dia berada dalam jajaran nama kudus yang dihormati oleh Alkitab Yahudi. Itulah sebabnya kosakata Yunani bukan hanya masalah linguistik: ia menghubungkan rasa hormat terhadap nama Kudus dengan iman kepada Kristus.
Jangan menyalahgunakan “kata Yunani”
Beberapa argumen di internet mengisolasi sebuah kata untuk menolak ajaran yang telah direnungkan oleh Gereja. Cara membaca Katolik mengutamakan seluruh alur Alkitab, Liturgi, dan Ajaran. Kyrios membantu menerangi — bukan menggantikan — terjemahan bahasa Vietnam yang telah disetujui dan komentar dari penulis yang kredibel. Ketika mencari di kamus, perhatikan konteksnya: kata yang sama bisa merujuk kepada Tuhan Bapa, atau tuan dalam arti sosial, tergantung kalimatnya.
Dalam kehidupan orang percaya
Menyebut Yesus sebagai Kyrios adalah mengakui Dia sebagai pemilik hidup, bukan hanya sebagai teladan moral. Hal ini tercermin dalam doa Salam Maria, doa Kemuliaan, dan keheningan di hadapan Sakramen. Belajar dari Kyrios mendorong kita untuk membaca Injil dengan sikap penyerahan dan komunitas paroki, menghindari cara “menafsirkan Alkitab sendiri” yang terpisah dari Misteri yang diumumkan oleh Gereja.
Kesimpulan
- Kyrios menghubungkan Perjanjian Lama (nama kudus) dengan pengakuan Kristus.
- Selalu baca dalam konteks dan Magisterium, jangan mengisolasi sebuah kata.
- Pengaplikasian dalam hidup: mengakui Tuhan sebagai pemilik kasih dan tindakan.
Ketika berdebat tentang gelar
Di antara tradisi Kristen terdapat perbedaan cara membaca dan berdoa nama kudus; orang Katolik sebaiknya merujuk pada ajaran dan panduan keuskupan, berdialog dengan rendah hati. Studi kata membuka jalan pemahaman — bukan senjata untuk menang dalam perdebatan. Jika sebuah khotbah hanya bergantung pada “Yunani mengatakan ini” tetapi mengabaikan seluruh Alkitab dan ajaran Gereja, kita perlu berhati-hati dan mencari sumber yang lebih bertanggung jawab.


