Holy Verses
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru: Hubungan dan Mengapa Orang Kristen Mempertahankan Keduanya
Tanya jawab Alkitab368 words

Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru: Hubungan dan Mengapa Orang Kristen Mempertahankan Keduanya

Teks yang Anda berikan tampaknya merupakan pernyataan teologis. Berikut adalah terjemahan ke dalam bahasa Indonesia: Perjanjian Baru tidak menggantikan Perjanjian Lama seperti film bagian dua yang menghapus bagian satu. Yesus dan para Rasul adalah bagian dari Kitab Suci Israel yang merupakan Firman

Sebuah kesalahpahaman umum: “Perjanjian Lama adalah Tuhan yang marah, Perjanjian Baru adalah Tuhan yang penuh kasih.” Realitasnya lebih kompleks và indah. Seluruh Alkitab menceritakan sebuah kisah keselamatan: Tuhan memanggil Abraham, mengikat perjanjian dengan Israel, dan dalam “waktu yang tepat” mengutus Putra-Nya untuk menebus dan menciptakan kembali. Yesus tidak membatalkan Perjanjian Lama tetapi memenuhinya (lihat ayat-ayat Injil tentang Hukum dan nabi).

Kristus adalah “kunci” Perjanjian Lama

Kekristenan memahami Perjanjian Lama melalui cahaya Kristus dan Gereja. Banyak gambaran (Domba, Paskah, Bait Suci…) diterangi kembali oleh Injil dan surat-surat Rasul. Itu tidak berarti memaksakan makna tersembunyi pada setiap ayat, tetapi menyadari proses wahyu yang memiliki tujuan.

Sebuah Alkitab yang menunjukkan kontinuitas wahyu — tidak membagi Tuhan.
Sebuah Alkitab yang menunjukkan kontinuitas wahyu — tidak membagi Tuhan.

Mengapa Perjanjian Lama masih diperlukan hari ini?

Karena kita tidak memahami “baru” jika tidak mengetahui “lama” dalam konteks perjanjian; karena Mazmur memberi makan Liturgi; karena para nabi tentang keadilan dan belas kasih masih menantang masyarakat. Gereja tidak menganjurkan untuk meninggalkan Perjanjian Lama — hanya memahami dengan konteks dan ajaran yang cukup.

Interreligius dan penghormatan terhadap Kitab Suci Israel

Orang Kristen memahami Perjanjian Lama sebagai warisan bersama dengan Yudaisme — tidak mengklaim atau mengejek. Gereja telah berulang kali mengingatkan hubungan khusus dengan umat perjanjian; saat mempelajari Kitab Suci, hindari nada pengganti atau pamer “kami lebih mengerti.” FAQ ini tidak menggantikan buku interreligius yang mendalam; hanya menetapkan sikap yang benar saat kita membuka Kejadian atau Mazmur.

Memahami Perjanjian Lama dalam Liturgi mingguan

Setiap hari Minggu hampir selalu ada bacaan I dari Perjanjian Lama (atau Kisah Para Rasul/Surat yang terkait). Jika Anda hanya akrab dengan Injil, luangkan lima menit untuk memahami bacaan I — Anda akan melihat irama nabi – penggenapan tanpa perlu memaksakan penafsiran tersembunyi pada setiap ayat. Itulah cara yang paling “masuk” ke dalam Perjanjian Lama yang nyata bagi umat.

Perjanjian Baru “menafsirkan kembali” Perjanjian Lama

Ketika membaca surat Paulus atau Surat Ibrani yang mengutip Kejadian, Keluaran, atau Mazmur, lihat kembali teks aslinya — Anda akan melihat Tuhan yang sama melanjutkan cerita, tidak berpindah pihak. Kebiasaan ini melatih mata orang Kristen untuk melihat Kitab Suci sebagai sebuah perjalanan, bukan sebagai dua buku yang saling bertentangan.

“Mereka berbicara tentang Dia” — Yesus menjelaskan Kitab Suci kepada para murid di jalan menuju Emaus.

— Lukas 24:27 (ringkasan ide)

Pilihan bersponsor

Produk yang cocok dengan artikel ini

Beberapa rekomendasi yang dipilih dengan hati-hati untuk membaca, doa, dan studi sesuai topik yang sedang Anda jelajahi.

Sebagian tautan di bawah ini adalah tautan afiliasi. Jika Anda membeli melalui tautan tersebut, Holy Verses dapat menerima komisi kecil tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Tanya jawab

Apakah umat Kristiani masih menjalankan hukum Yahudi dalam Perjanjian Lama?
Kristus menggenapi dan mengubah makna sejatinya; Gereja tidak hidup seperti orang Yahudi kuno dalam hal ritual dan hukum seremonial, tetapi membaca Perjanjian Lama untuk memahami perjanjian dan nubuat. Detailnya adalah topik katekese yang panjang — silakan tanya paroki.
Bagaimana dengan beberapa bagian Perjanjian Lama yang sulit diterima?
Bacalah dengan memperhatikan genre, konteks sejarah, dan ajaran Gereja; jangan menerapkan setiap ayat secara sembarangan untuk masa kini. Imam dan teolog dapat membantu dalam pembedaan roh.
Apakah Injil yang 'lebih baru' lebih dapat dipercaya daripada Perjanjian Lama?
Keduanya adalah Kitab Suci; Perjanjian Baru adalah puncak wahyu dalam Kristus, namun tidak menghilangkan nilai dari Perjanjian Lama.
Apakah ada kitab yang menghubungkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?
Surat Ibrani (tergantung tradisi penamaan) dan Roma memiliki banyak kutipan; kursus Alkitab paroki biasanya mengajarkan transisi 'dari Paskah menuju Ekaristi'.