Holy Verses
Keluaran Alkitab Mengatakan Apa Tentang Penahbisan? Penumpangan Tangan, Karunia Pelayanan, dan Tanggung Jawab
Kepemimpinan gereja344 words

Keluaran Alkitab Mengatakan Apa Tentang Penahbisan? Penumpangan Tangan, Karunia Pelayanan, dan Tanggung Jawab

Dari pemilihan tujuh pelayan meja hingga nasihat untuk Timotius, Alkitab menggambarkan penumpangan tangan, doa, dan penyerahan tanggung jawab pelayanan. Artikel ini merangkum berbagai lapisan makna dan membedakan "imam iman" dari jabatan gerejawi.

Di antara orang-orang Kristen, istilah penahbisan sering kali mengingatkan pada ritus penahbisan imam atau penunjukan pendeta. Dalam Alkitab, gambaran yang paling mendekati adalah meletakkan tangan, doa, dan penyerahan tugas untuk melayani jemaat di bawah bimbingan Roh Kudus — dari Kisah Para Rasul hingga surat-surat pastoral.

Tangan diangkat dalam doa — simbol persekutuan dan penyerahan
Penahbisan dalam Alkitab terkait dengan doa, meletakkan tangan, dan misi pelayanan, bukan posisi pribadi.

Tujuh orang yang melayani meja (Kisah Para Rasul 6)

Ketika para Rasul membutuhkan orang untuk membantu melayani meja (diakonia), jemaat memilih tujuh orang yang penuh iman dan kebajikan; para Rasul berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka sebelum mereka menerima tugas. Bagian ini menunjukkan komisi publik dan ritus yang menyertai penyerahan pelayanan yang bertanggung jawab dalam Gereja.

Mereka berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.

— Kisah Para Rasul 6:6 (arti umum dari berbagai terjemahan)

Meletakkan tangan dalam pelayanan dan pemberian karunia

Surat kepada Timotius menyebutkan karunia yang diberikan melalui penumpangan tangan para pemimpin gereja (presbyterion): itu adalah tanda bahwa Gereja mengakui dan memohon kepada Tuhan untuk menguatkan orang yang diberi tugas. Demikian pula, surat pertama kepada Timotius menggambarkan standar untuk pengawas (episkopos) dan pelayanan — menekankan kehidupan, moralitas, dan kemampuan mengajar.

Janganlah engkau mengabaikan karunia yang ada padamu, karunia yang telah diberikan kepadamu melalui nubuat dengan penumpangan tangan para penatua.

— 1 Timotius 4:14 (referensi)

Imamat orang percaya dan jabatan suci

Seluruh umat yang dibaptis dipanggil untuk berpartisipasi dalam imamat orang percaya — mempersembahkan hidup dan menjadi saksi Injil. Pada saat yang sama, Alkitab dan tradisi Katolik juga mengakui jabatan suci (imam, uskup) dengan tugas khusus untuk melayani Sakramen Ekaristi dan memimpin jemaat sesuai dengan otoritas Kristus. Dua tingkatan ini melengkapi satu sama lain, tidak saling mengecualikan.

Catatan praktis

Istilah “penahbisan” dalam gereja-gereja Protestan mungkin berbeda (penatua, pendeta, diakon). Kesamaan dasar adalah: jemaat mengakui, berdoa, dan bertanggung jawab di hadapan kawanan domba dan di hadapan Tuhan.

Ringkasan

  • Kisah Para Rasul 6: doa dan meletakkan tangan saat menyerahkan tugas pelayanan.
  • Surat pastoral: meletakkan tangan, karunia, standar pengawas dan pelayanan.
  • Membedakan imamat umat Allah dan jabatan suci yang melayani.
  • Penerapan konkret ditentukan oleh setiap persekutuan Kristen.

Pilihan bersponsor

Produk yang cocok dengan artikel ini

Beberapa rekomendasi yang dipilih dengan hati-hati untuk membaca, doa, dan studi sesuai topik yang sedang Anda jelajahi.

Sebagian tautan di bawah ini adalah tautan afiliasi. Jika Anda membeli melalui tautan tersebut, Holy Verses dapat menerima komisi kecil tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Tanya jawab

“Apakah istilah 'penunjukan jabatan' terdapat dalam Perjanjian Baru?”
Tidak ada kata modern yang persis sama, tetapi ada pola penumpangan tangan, doa, dan penugasan secara publik — dasar yang dikembangkan gereja menjadi ritual penahbisan.
Siapa yang dapat meletakkan tangan?
Dalam Kisah Para Rasul 6 adalah para Rasul; dalam surat-surat berikut adalah para pendeta atau orang yang berwenang yang diakui oleh Gereja. Praktik konkret diatur oleh hukum gereja atau konstitusi masing-masing gereja.
Tindakan iman seorang imam berbeda dari jabatan suci bagaimana?
Semua orang yang dibaptis berpartisipasi dalam ibadah persembahan yang kudus; jabatan suci adalah suatu cara pelayanan yang khusus untuk kawanan domba, terutama dalam Liturgi dan pengajaran.