Di antara orang-orang Kristen, istilah penahbisan sering kali mengingatkan pada ritus penahbisan imam atau penunjukan pendeta. Dalam Alkitab, gambaran yang paling mendekati adalah meletakkan tangan, doa, dan penyerahan tugas untuk melayani jemaat di bawah bimbingan Roh Kudus — dari Kisah Para Rasul hingga surat-surat pastoral.
Tujuh orang yang melayani meja (Kisah Para Rasul 6)
Ketika para Rasul membutuhkan orang untuk membantu melayani meja (diakonia), jemaat memilih tujuh orang yang penuh iman dan kebajikan; para Rasul berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka sebelum mereka menerima tugas. Bagian ini menunjukkan komisi publik dan ritus yang menyertai penyerahan pelayanan yang bertanggung jawab dalam Gereja.
Mereka berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka.
— Kisah Para Rasul 6:6 (arti umum dari berbagai terjemahan)Meletakkan tangan dalam pelayanan dan pemberian karunia
Surat kepada Timotius menyebutkan karunia yang diberikan melalui penumpangan tangan para pemimpin gereja (presbyterion): itu adalah tanda bahwa Gereja mengakui dan memohon kepada Tuhan untuk menguatkan orang yang diberi tugas. Demikian pula, surat pertama kepada Timotius menggambarkan standar untuk pengawas (episkopos) dan pelayanan — menekankan kehidupan, moralitas, dan kemampuan mengajar.
Janganlah engkau mengabaikan karunia yang ada padamu, karunia yang telah diberikan kepadamu melalui nubuat dengan penumpangan tangan para penatua.
— 1 Timotius 4:14 (referensi)Imamat orang percaya dan jabatan suci
Seluruh umat yang dibaptis dipanggil untuk berpartisipasi dalam imamat orang percaya — mempersembahkan hidup dan menjadi saksi Injil. Pada saat yang sama, Alkitab dan tradisi Katolik juga mengakui jabatan suci (imam, uskup) dengan tugas khusus untuk melayani Sakramen Ekaristi dan memimpin jemaat sesuai dengan otoritas Kristus. Dua tingkatan ini melengkapi satu sama lain, tidak saling mengecualikan.
Catatan praktis
Istilah “penahbisan” dalam gereja-gereja Protestan mungkin berbeda (penatua, pendeta, diakon). Kesamaan dasar adalah: jemaat mengakui, berdoa, dan bertanggung jawab di hadapan kawanan domba dan di hadapan Tuhan.
Ringkasan
- Kisah Para Rasul 6: doa dan meletakkan tangan saat menyerahkan tugas pelayanan.
- Surat pastoral: meletakkan tangan, karunia, standar pengawas dan pelayanan.
- Membedakan imamat umat Allah dan jabatan suci yang melayani.
- Penerapan konkret ditentukan oleh setiap persekutuan Kristen.


