Holy Verses
Baptis — Sakramen kelahiran baru dalam Kristus
Doktrin301 words

Baptis — Sakramen kelahiran baru dalam Kristus

Baptis mengampuni dosa dan menganugerahkan rahmat pengudusan. Bacalah bersama Matius 28:19, Roma 6:3-4, dan ajaran Katolik tentang sakramen inisiasi.

Baptis adalah sakramen pertama dalam hidup Kristiani: menghapus dosa asal dan segala dosa pribadi, menganugerahkan rahmat pengudusan, serta menjadikan kita anak-anak Allah dan anggota Gereja. Baptis adalah pintu masuk menuju sakramen-sakramen lain. Kebijakan editorial: artikel ini tidak menyalin panjang lebar teks Kitab Suci atau Katekismus; isinya merangkum ajaran dan mengarahkan pembaca kepada sumber yang diakui Gereja.

Penjelasan yang lebih lengkap terdapat dalam Katekismus Gereja Katolik, khususnya Bagian Kedua tentang sakramen, dan juga dalam liturgi. Membaca Katekismus serta panduan paroki yang tepercaya membantu memahami materi, bentuk, pelayan, dan makna keselamatan dari Baptis.

Mati bersama Kristus untuk bangkit hidup bersama Dia.
Mati bersama Kristus untuk bangkit hidup bersama Dia.

Kitab Suci menghubungkan Baptis dengan perintah untuk menjadikan semua bangsa murid dan dengan rumus Tritunggal dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus (Matius 28:19). Surat Roma mengajarkan bahwa melalui Baptis kita sungguh ambil bagian dalam wafat dan kebangkitan Kristus (Roma 6:3-11). Teks-teks ini perlu dibaca dalam konteksnya yang utuh.

Bacalah sumbernya

Buka Matius 28:16-20 dan Roma 6:1-14 dalam Alkitab yang diakui Gereja; artikel ini merangkum ajaran tanpa menyalin panjang-panjang teks aslinya.

Baptis bayi

Gereja Katolik membaptis bayi berdasarkan iman Gereja dan keluarga, sambil tetap menuntut katekese dan pembinaan iman ketika anak bertumbuh. Baptis bukan ritus ajaib tanpa tanggung jawab sesudahnya.

Katekismus: tanda, pelayan, dan daya keselamatan

Ajaran Katekismus tentang Baptis (umumnya §1213-1284) menampilkannya sebagai pintu dan dasar hidup Kristiani: Baptis menghapus dosa asal dan dosa pribadi, memberikan rahmat pengudusan, serta meninggalkan meterai yang tak terhapuskan; karena itu Baptis tidak dapat diulangi. Gereja juga mengajarkan materi yang diperlukan (air sungguh), bentuk (kata-kata baptis), dan pelayan biasa (uskup, imam, atau diakon). Dalam bahaya maut, siapa pun dapat membaptis secara sah jika memakai air, mengucapkan rumus Tritunggal, dan berniat melakukan apa yang dilakukan Gereja. Maka Roma 6:3-5 berbicara bukan sekadar tentang simbol, melainkan tentang partisipasi sakramental yang nyata dalam wafat dan hidup baru Kristus.

Pilihan bersponsor

Produk yang cocok dengan artikel ini

Beberapa rekomendasi yang dipilih dengan hati-hati untuk membaca, doa, dan studi sesuai topik yang sedang Anda jelajahi.

Sebagian tautan di bawah ini adalah tautan afiliasi. Jika Anda membeli melalui tautan tersebut, Holy Verses dapat menerima komisi kecil tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Tanya jawab

Apakah Baptis dapat diulangi?
Tidak. Baptis meninggalkan meterai yang tak terhapuskan pada jiwa. Jika seseorang menjauh lalu kembali, Gereja menyediakan ritus dan sakramen pendamaian yang lain.
Siapa yang boleh membaptis dalam keadaan darurat?
Dalam bahaya maut, siapa pun dapat membaptis secara sah jika memakai air, mengucapkan rumus Tritunggal, dan berniat melakukan apa yang dilakukan Gereja.
Mengapa air digunakan?
Air melambangkan pembersihan dari dosa, hidup baru, dan kesinambungan dengan tanda-tanda Alkitab seperti air bah, Laut Merah, dan Sungai Yordan.